Rinoplasti

Rinoplasti adalah sebuah prosedur pembentukan hidung dengan membentuk tulang dan tulang rawan hidung. Dengan rinoplasti, hidung dapat dibentuk lebih besar atau lebih kecil dengan menambah atau mengurangi tonjolan tulang hidung; hidung yang lebih lurus atau lebih tipis juga dapat diperoleh dengan membentuk tulang rawannya. Rinoplasti merupakan prosedur bedah plastik yang paling sering dikerjakan di negara barat dan sebagian negara Asia.

Kandidat rinoplasti adalah mereka yang ingin mngubah bentuk hidung untuk memperbaiki harmoni wajah dan pasien pascatrauma yang mengalami kelainan bentuk hidung.

Sebelum operasi, ada beberapa hal yang mesti Anda persiapkan:

  • Konsultasi dengan dokter bedah plastik Anda mengenai bentuk hidung yang diinginkan

  • Informasikan dokter bedah plastik Anda mengenai riwayat operasi hidung atau kelainan hidung sebelumnya

  • Menjalani pemeriksaan laboratorium untuk menilai kondisi organ vital

  • Berhenti merokok dan minum alkohol selama 2 minggu

  • Berhenti mengkonsumsi suplemen yang mengandung ginkgo biloba, ginseng, vitamin E, garlic, pien tze huang, dan obat pengencer darah

Pada hari operasi, Anda perlu berpuasa selama 4-6 jam sebelum pembedahan dilakukan. Operasi dilakukan dengan pembiusan umum dan dapat dibantu bius lokal dan/atau sedasi. Prosedur dapat berlangsung selama 1-4 jam. Dokter bedah plastik dapat melakukan rinoplasti tertutup atau terbuka. Pada rinoplasti tertutup, sayatan dibuat di dalam lubang hidung. Karena itu, luka tidak tampak, tetapi lapangan operasi bagi dokter sangat terbatas. Implan silikon yang menyerupai karet biasanya diperlukan. Pada rinoplasti terbuka, sayatan tambahan dibuat pada kolumela (struktur yang menjembatani kedua lubang hidung). Teknik ini dilakukan untuk kasus yang lebih sulit atau bila secara teknis diperlukan untuk mencapai hasil yang lebih baik. Jaringan donor (misalnya tulang rawan daun telinga atau iga, struktur fascia dari pelipis atau paha, atau jaringan kulit-lemak) diperlukan.

Teknik lain untuk membentuk hidung tanpa pembedahan dapat dilakukan, di mana bahan sintetik dimasukkan menggunakan jarum untuk membentuk hidung. Penggunaan teknik ini sangat terbatas dan bukan merupakan pilihan utama untuk rinoplasti.

Setelah operasi, Anda mungkin mengalami nyeri ringan hingga sedang selama 2-10 hari. Hal ini dapat dibantu dengan obat penghilang nyeri. Bengkak dan lebam dapat terjadi selama 1-3 minggu (untuk rinoplasti tertutup) dan 1 bulan atau lebih (untuk rinoplasti terbuka). Anda mungkin mengalami rasa baal pada hidung selama beberapa minggu. Komplikasi lain yang dapat terjadi adalah perdarahan, kelainan bentuk hidung, dan infeksi. Hasil akhir terlihat nyata dalam 3 bulan-1 tahun.

Perawatan pascaoperasi meliputi:

  • Hidung distabilisasi dengan splint yang akan dilepas saat kontrol 1 minggu setelah operasi

  • Kompres dingin pada mata selama 2 hari pertama

  • Balutan diganti setelah 3-5 hari; setelah itu dilakukan perawatan secara terbuka

  • Kepala harus diposisikan tegak untuk mengurangi bengkak

  • Hindari bersin (meskipun hal ini mungkin tidak dapat dicegah) atau mengorek hidung selama 3 minggu-1 bulan

  • Jangan menggunakan pengobatan untuk hidung selama 3 bulan

  • Gunakan saline spray untuk hidung selama 2 minggu untuk mengurangi pembentukan kotoran hidung

  • Dianjurkan untuk menggunakan tabir surya selama beberapa bulan setelah operasi

  • Selama 6 bulan setelah operasi, hindari aktivitas fisik berat termasuk membungkukkan badan

  • Terdapat 20% kemungkinan bahwa Anda akan membutuhkan operasi untuk mengoreksi hasil operasi yang pertama. Operasi revisi sebaiknya menunggu 1 tahun pascaoperasi pertama.

(Sumber: Prasetyono TOH. Rhinoplasty. Bazaar 2009 Feb;Chapter 4:47-8.)

Featured Posts
Posts are coming soon
Stay tuned...
Recent Posts