Mengenali Lesi Anomali Vaskular (2): Hemangioma

Apa itu hemangioma?

Hemangioma atau “tanda stroberi” merupakan bercak kemerahan yang sering disalahartikan sebagai tanda lahir. Lesi biasanya muncul pada bulan pertama (2-4 minggu) pascalahir. Lesi yang disebut sebagai hemangioma infantil ini terlihat sebagai benjolan elastis akibat pembentukan pembuluh darah berlebih di kulit dan merupakan salah satu jenis tumor jinak yang paling sering ditemukan pada bayi. Hemangioma dapat terjadi di bagian tubuh manapun, namun yang tersering di wajah atau kepala - leher, dada dan punggung.


Pada umumnya hemangioma tidak memerlukan pengobatan khusus karena lesi dapat sembuh spontan dengan meninggalkan bekas walaupun memerlukan waktu 5-12 tahun. Akan tetapi apabila lesi ini mengganggu penglihatan, pernapasan, atau gangguan fungsi lainnya maka lesi perlu diobati. Selain jenis infantil, terdapat juga lesi hemangioma bawaan lahir (kongenital).


Berapa banyak anak dengan hemangioma?

Kurang lebih 4%-5% bayi lahir dengan kondisi tersebut.


Apa penyebab hemangioma?

Penyebab belum dapat ditentukan secara pasti, akan tetapi terdapat beberapa dugaan; salah satunya adalah pembentukan pembuluh darah berlebih dan bergabung bersama menjadi suatu kumpulan yang padat elastis.


Apa saja faktor resiko hemangioma?

Bayi perempuan lebih sering daripada laki-laki (rasio 5:1), bayi prematur, berat badan lahir rendah, dan dengan kondisi kekurangan oksigenasi pra-lahir. Sebagian besar kasus terjadi secara sporadis walaupun ada yang diturunkan secara genetik.


Apakah tanda dan gejala awal hemangioma?

Lesi dimulai sebagai bercak kemerahan datar, guratan kemerahan, maupun seperti lebam kebiruan. Pada bulan pertama akan bertambah jelas dan akan bertumbuh dengan cepat selama usia setahun pertama dan menjadi benjolan yang kenyal, terlihat berwarna merah terang dan timbul di permukaan kulit. Lesi dapat bermula seperti gigitan nyamuk yang terus membesar dengan progresif. Lesi berwarna kebiruan bila berada di bawah kulit. Lesi ini dapat timbul di mukosa (misalnya selaput lendir mulut, kelopak mata).


Bagaimana perjalanan penyakitnya?

Terdapat tiga fase perjalanan penyakit ini. Fase pertama merupakan fase pertumbuhan pesat selama beberapa bulan. Lesi terus berkembang hingga bulan kelima sampai kedelapan atau setahun. Selama ini lesi dapat meluas dan memenuhi seluruh wajah serta menggangu fungsi dan estetik. Fase kedua adalah fase perlambatan atau berhenti bertumbuh pada bulan keenam hingga kedua belas. Fase involusi merupakan fase ketiga yang dapat berlangsung hingga 5-12 tahun dengan meninggalkan lesi lebih lunak, mudah ditekan, dan warna kemerahan berubah menjadi ungu atau abu-abu. Lama kelamaan lesi akan menghilang, kembali seperti kulit normal dan meninggalkan kelebihan kulit atau jaringan parut.


Bagaimana diagnosis dibuat?

Diagnosis terutama ditegakkan secara klinis. Selain itu, diagnosis dapat dibuat melalui biopsi (pengambilan contoh jaringan), atau pemeriksaan radiologi (USG Doppler, CT scan, atau MRI).


Bagaimana mengobati hemangioma?

Sebagian besar kondisi ini hanya memerlukan pemantauan dengan kewaspadaan. Pada kasus yang mengganggu fungsi organ dibutuhkan tata laksana. Pemberian obat propranolol merupakan pilihan pertama. Obat kortikosteroid (prednisone) minum, suntik maupun oles dapat digunakan selain interferon dan vincristine. Operasi dilakukan pada lesi yang mengganggu fungsi kritis (misalnya penglihatan) atau setelah fase involusi. Metode terapi laser (pulsed dye laser) juga dapat digunakan.


Apa komplikasi hemangioma?

Hemangioma dapat terluka dan menimbulkan perdarahan hingga infeksi dan tukak. Berdasarkan tempat timbulnya luka, hemangioma dapat memengaruhi fungsi organ pengelihatan, pendengaran, pernapasan, dan gangguan proses pembuangan.


Bersambung (3)


Ditulis oleh Dr. Teddy Prasetyono dan dr. Amila Tikyayala

Divisi Bedah Plastik, Departemen Bedah

RS Dr. Cipto Mangunkusumo/ FKUI

Featured Posts
Posts are coming soon
Stay tuned...
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square