Augmentasi Payudara (Breast Augmentation)

Pembesaran volume payudara adalah prosedur bedah plastik estetik yang paling banyak diminati oleh wanita, termasuk di Indonesia. Prosedur ini ini menempati urutan pertama paling banyak dikerjakan di antara prosedur-prosedur lain di banyak rumah sakit ternama. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan implan silikon atau implan silikon berlapiskan poliuretan. Popularitas teknik terbaru augmentasi payudara dengan transfer lemak otolog mulai meningkat.

Kandidat prosedur augmentasi payudara adalah wanita dengan ukuran payudara kecil atau tidak memiliki massa payudara. Sebagian pasien dengan ptosis payudara ringan juga dapat memperoleh manfaat estetik dari prosedur ini. Persiapan umum untuk kandidat telah dijelaskan pada artikel Body Contouring. Dalam memutuskan tipe operasi, 7 faktor utama perlu didiskusikan selama konsultasi dengan dokter bedah plastik Anda:

  • Bentuk implan (misalnya bundar, anatomis atau teardrop – air mata, dengan bagian bawah lebih menonjol daripada bagian atas – dan juga ketinggian profil payudara)

  • Implan berpermukaan halus atau kasar

  • Ukuran volume dapat berkisar antara 150-400 mL, tetapi bisa lebih kecil atau lebih besar

  • Isi kantung implan berupa gel silikon kohesif atau larutan garam fisiologis (NaCl 0,9%)

  • Kantung implant dari bahan silikon atau dilapisi poliuretan

  • Penempatan implan di balik kelenjar payudara atau di balik otot dada (pektoralis)

  • Sayatan di bawah lipatan payudara, tepi areola, ketiak, atau yang sangat jarang di pinggir pusat

Operasi dilakukan dalam bius umum atau dengan sedasi, walaupun secara teori dapat pula dilakukan dengan bius lokal. Metode sayatan yang paling banyak dipilih adalah di bawah lipatan payudara, Setelah sayatan, dilakukan pembentukan ruang “pocket” untuk menempatkan implan. Setelah implan dimasukkan ke dalam pocket, sayatan ditutup dengan jahitan. Sayatan di ketiak dan di pinggir pusa memerlukan bantuan alat endoskopi. Bedah endoskopi menggunakan alat berbentuk tabung dengan kamera kecil di ujungnya. Metode ini diikuti dengan mengisi kantung implan dengan larutan salin sesuai volume yang diinginkan setelah kantung ditempatkan di dalam tubuh, atau dengan memasukkan implan gel silikon. Operasi berlangsung selama 1,5-3 jam.

Anda akan diminta mengenakan supportive bra selama 3 bulan. Bila implan silikon digunakan, sebagian dokter bedah akan meminta Anda untuk melakukan pemijatan sendiri secara rutin sejak minggu ke-2 pascaoperasi sampai dengan 3 bulan pascaoperasi. Hasil akhir dapat dilihat setelah 3 bulan. Selama masa penyembuhan, Anda harus menghindari aktivitas fisik berat selama 4-6 minggu.

Komplikasi yang dapat terjadi adalah:

  • Pengumpulan darah atau serum

  • Memar

  • Infeksi jaringan dalam, yaitu ruang tempat implan terletak (dapat memerlukan pengeluaran implan segera)

  • Penurunan rasa raba pada payudara; gangguan produksi ASI (dapat terjadi pada teknik sayatan periareolar)

  • Kontraktur kapsular yang mengakibatkan bentuk payudara tidak luwes. Hal ini disebabkan oleh pembentukan jaringan ikat yang membungkus implan berlebihan.

  • Payudara mengecil atau membesar beberapa tahun kemudian (dapat terjadi pada penggunaan implan berisi salin atau larutan garam fisiologis)

  • Payudara asimetris

  • Simmastia (payudara kanan dan kiri menyatu), yang dapat terjadi pada teknik penempatan implan di balik otot

(Sumber: Prasetyono TOH. Breast shaping. Bazaar 2009 Feb;Chapter 4:60.)

Featured Posts
Posts are coming soon
Stay tuned...
Recent Posts