Kelopak Mata dan Periorbita

Orang-orang sering mengatakan bahwa “mata adalah jendela hati”. Ungkapan tersebut tampaknya benar, karena kita selalu bisa melihat suasana hati seseorang dari matanya. Mata yang berbinar-binar member kesan bahwa seseorang sedang berbahagia, bersemangat, dan merasakan indahnya kehidupan. Sebaliknya, mata yang redup menandakan kesedihan, penyakit, tidak bersemangat, atau hanya kekurangan tidur. Kelopak mata dan daerah periorbita (daerah sekitar mata) memegang peran penting dalam menentukan penampilan mata.

Kelopak mata bawah yang gembung atau berkerut memberikan kesan bahwa seseorang kelelahan atau tidak mendapatkan cukup tidur. Bersama dengan kelopak yang bergelambir (sering disebut “kantung mata”), hal ini menghasilkan penampilan yang berkesan tidak segar. Hal ini terutama terjadi pada orang lanjut usia, di mana kekencangan kulit dan jaringan penyangga berkurang akibat penuaan. Selain itu, berkurangnya jaringan lemak pada populasi ini dapat menyebabkan penampakan mata cekung. Keriput dan gelambir kulit juga terjadi pada kelopak mata atas, menyebabkan gangguan lapang pandang.

Masalah lain penampilan kelopak mata adalah ada tidaknya lipatan pada kelopak mata atas. Kelopak mata atas yang memiliki lipatan disebut double eyelid. Walaupun tidak selalu benar, persepsi yang dianut oleh banyak budaya adalah bahwa double eyelid lebih menarik daripada single eyelid. Contohnya, para penari dan pengantin wanita dari berbagai latar belakang budaya yang senantiasa tampil disertai make-up untuk memberikan kesan double eyelid yang tegas. Sebagai tambahan, orang-orang ras oriental tidak selalu memiliki single eyelid. Separuh populasi ini memiliki double eyelid, walaupun lipatannya lebih rendah daripada etnis lain.

Di bawah kelopak mata, masalah lain yang dapat mengganggu penampilan mata adalah adanya lekukan pada perbatasan pipi yang terlihat seperti alur tempat air mata mengalir. Kondisi ini disebut tear through deformity. Kondisi ini dapat diperparah dengan adanya daerah yang terlihat lebih gelap atau kebiruan, yang disebut dark circle eye.

Tidak seperti alis kaum pria yang lebih rendah, alis ideal seorang wanita terletak di atas batas tulang pembentuk rongga mata, memiliki lengkungan yang tinggi, dan membentuk puncak sebelum menurun pada tepi luarnya. Pada wanita yang berusia lanjut, alis terletak lebih rendah dan menjadi lebih jelas pada sisi samping.

Blefaroplasti

Blefaroplasti adalah prosedur bedah yang dilakukan pada kelopak mata atas dan/atau bawah untuk memperbaiki penampilan kelopak mata. Untuk blefaroplasti atas, sayatan dibuat tersembunyi di dalam lipatan normal kelopak mata. Prinsip operasi meliputi pengurangan dan reposisi jaringan lemak di balik kulit kelopak mata, menarik otot dan jaringan bawah kulit, dan membuang kelebihan kulit. Blefaroplasti bawah dilakukan melalui sayatan tepat di bawah garis tempat tumbuh bulu mata bawah atau di sisi dalam kelopak mata bila pembuangan kulit tidak diperlukan.

Tidak seperti facelift dan neck lift yang biasanya dilakukan pada mereka yang berusia setengah baya atau lebih tua, blefaroplasti dapat dilakukan pada berbagai usia, dari remaja hingga orang lanjut usia yang berusia 80-an. Contoh prosedur blefaroplasti yang dilakukan pada remaja dan orang dewasa muda adalah operasi double eyelid. Prosedur ini dilakukan pada grup etnis oriental yang tidak memiliki lipatan kelopak mata yang terlihat jelas. Kandidat berusia paruh baya biasanya menginginkan lipatan kelopak mata atas kembali tegas. Salah satu konsep yang sering keliru dianut masyarakat adalah keinginan memiliki lipatan kelopak mata yang lebih tinggi seperti posisi kelopak mata ras Kaukasia. Konsep tersebut kurang tepat karena dapat menyebabkan penampilan tidak alami. Manfaat blefaroplasti bagi orang yang lebih tua adalah mengurangi tampilan lesu dan memperbaiki gangguan lapang pandang akibat kelopak mata atas yang bergelambir.

Setelah operasi, jahitan dibuka setelah kurang lebih 1 minggu. Kelopak mata akan tampak bengkak, memar, dan dapat disertai nyeri ringan selama 3-5 hari. Tetes mata dapat diberikan untuk mencegah mata kering. Kepala diposisikan tegak dan kompres dingin dapat digunakan untuk mengurangi bengkak dan nyeri. Kacamata berlensa gelap dapat digunakan bila melakukan aktivitas di luar ruangan untuk menghindari sinar matahari. Salep mata akan diberikan untuk luka operasi selama 1 minggu atau lebih. Hasil akhir setelah penyembuhan dapat diperoleh dalam 3-6 bulan.

Komplikasi prosedur termasuk bekas luka yang terlihat nyata, gangguan penglihatan sementara (biasanya akibat salep mata), kelopak mata atas tidak dapat menutup rapat (sementara), perdarahan dan memar, mata kering, dan gangguan sensasi pada kelopak mata.

Prosedur alternatif untuk makeover wajah selain blefaroplasti antara lain forehead liftatau brow lift, suntikan Botox, chemical peeling, laser resurfacing technique, dan peelingatau bleaching.

Brow Lift

Brow lift (pengangkatan alis mata) adalah prosedur yang bertujuan untuk memperbaiki lokasi alis mata pada wanita lanjut usia. Dengan prosedur ini, alis dikembalikan ke lokasi ideal di atas batas tulang pembentuk rongga mata.

Teknik standar brow lift dilakukan melalui sayatan pada daerah batas rambut kepala atau kelopak mata atas. Kulit dipisahkan dari jaringan di bawahnya kemudian jaringan bawah kulit tersebut ditarik dan direkatkan ke tulang wajah. Teknik terkini adalah endoskopi, di mana prosedur pengangkatan dilakukan melalui insisi minimal.

Peremajaan Periorbital

Peremajaan periorbital adalah intervensi bedah dan nonbedah yang ditujukan untuk memperbaiki daerah periorbital dan dilakukan sebagai prosedur tambahan setelah blefaroplasti dan brow lift. Umumnya, blefaroplasti dan brow lift cukup menghasilkan penampilan yang lebih cerah dan segar. Peremajaan periorbital dilakukan untuk memperbaiki daerah periorbital dengan menambah volume jaringan yang kurang, mengatasi crow’s feet, frown lines,glabellar lines, dan kerut-kerut halus pada kelopak mata bawah.

Persyaratan umum sebelum ketiga prosedur di atas antara lain:

  • Kondisi kesehatan umum baik

  • Berhenti merokok, minum alkohol, dan obat pengencer darah

  • Tidak mmemiliki kelainan berat pada mata, seperti glaukoma

Prosedur akan dilakukan setelah pembiusan local pada daerah periorbita. Sedasi tambahan dapat diberikan untuk menghasilkan efek tenang dan mengantuk.

(Sumber: Prasetyono TOH. Rejuvenate your eyes. Bazaar 2009 Feb;Bab 4:42-5.)

Featured Posts
Posts are coming soon
Stay tuned...
Recent Posts