Peremajaan Wajah

Dalam interaksi sosial sehari-hari, penampilan fisik adalah satu hal yang jarang luput dari perhatian kita terhadap orang-orang yang kita temui, selain gaya bicara dan tilikan kepribadiannya. Entah itu penampilan wajahnya, bentuk tubuh, atau pakaian dan aksesoris, penampilan fisik dipercaya memegang peranan penting dalam membangun citra diri. Artikel berikut ini akan membahas tentang kecantikan wajah dan peran ilmu bedah plastik dalam mencapainya.

Setiap wajah bersifat unik. Masing-masing memiliki karakteristik dan fitur anatomis sendiri yang berbeda antara satu orang dengan orang lain. Hal ini harus diingat saat seseorang mempertimbangkan untuk menjalani perubahan atau peremajaan wajah. Semakin banyak perubahan yang Anda inginkan, semakin banyak pengorbanan yang harus Anda buat.

Wajah kita bertambah tua seiring dengan penuaan tubuh. Sebuah wajah yang tua, atau juga umum disebut sad face (wajah yang sedih), ditandai dengan beberapa karakteristik.

  • Kerut-kerut atau keriput terbentuk sebagai hasil akumulasi ekspresi wajah selama bertahun-tahun, disertai hilangnya elastisitas kulit dan struktur bawah kulit. Kerut-kerut ini biasanya muncul di daerah dahi, daerah antara alis (frown lines), samping mata (crow’s feet), kelopak mata atas dan bawah (kerut periorbital), garis senyuman (timbul dalam bentuk lekuk nasolabial yang lebih dalam), dan pipi.

  • Tepi wajah sulit dikenali karena pengenduran kulit, terutama di daerah pipi, jowl(daerah di rahang bawah antara tengah dagu dan sudut rahang bawah), dan leher. Karena itu, wajah secara keseluruhan akan tampak kotak (square aging face). Faktor ini saling mendukung dengan karakteristik pertama.

  • Jaringan lemak yang sebelumnya menyusun wajah Anda berubah posisi. Kehilangan jaringan lemak akan membuat wajah tampak lebih tua, seperti terlihat pada anak dengan kekurangan gizi parah. Pada orang lanjut usia, jaringan lemak tidak tersangga dengan baik seperti halnya mereka yang berusia lebih muda, sehingga memunculkan dagu ganda, kesulitan mengidentifikasi tepi wajah, daerah pelipis lebih kurus, area sekitar mata yang cekung, penonjolan pipi yang kurang tinggi atau lebih datar, dan jowl yang menggelambir.

Terlepas dari proses penuaan, struktur anatomi normal wajah sudah demikian kompleks, dengan masing-masing aspek dan strukturnya membutuhkan perhatian sendiri. Karena itu, restrukturisasi dan peremajaan wajah membutuhkan keahlian dokter bedah plastik yang tinggi.

Silakan baca artikel selengkapnya mengenai facelift (pengencangan wajah) dan neck lift (pengencangan leher) di sini.

(© Ted

Featured Posts
Posts are coming soon
Stay tuned...
Recent Posts